Langsung ke konten utama

Pemuda Pasuruan Berkonsolidasi Menangkal Covid-19


Tahun ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang dulunya baik- baik saja kini berduka dengan adanya wabah Covid-19. Adanya Covid-19 ini mengakibatkan aktivitas sehari-hari berubah total. Misalnya yang semula bebas keluar kemanapun sekarang harus di rumah saja, pembelajaran sekolah maupun mengaji juga dilakukan dengan daring (dalam jaringan) / online, saat keluar rumah harus sesuai dengan protokol kesehatan, dan masih banyak lagi contoh aktivitas sehari-hari yang berubah. Melihat hal tersebut seseorang merasa bosan ketika di rumah saja secara terus-menerus sehingga menyebabkan adanya miskomunikasi antar masyarakat dan rasa keapatisan masyarakat terhadap prokol kesehatan.


Sebelum membahas lebih jauh tentang miskomunukasi dan rasa apatis, alangkah baiknya kita terlebih dahulu mengetahui apa itu yang dimaksud dengan miskomunikasi. Miskomunikasi dapat diartikan sebagai proses komunikasi yang berjalan kurang atau tidak baik yang dapat menyebabkan informasi yang akan disampaikan tidak  berjalan sesuai  yang diharapkan.  Contohnya  pemuda Pasuruan banyak yang melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan dan diterima baik oleh masyarakat. Namun, ada pula pemuda Pasuruan yang masih enggan dan bahkan mengabaikan protokol kesehatan, ketika ia keluar rumah seolah-olah masa bodoh terhadap Corona padahal hal yang demikian menjadi poin besar bagi pemuda-pemuda lainnya untuk memperingatinya.


Selanjutnya rasa apatis.  Menurut  Wikipedia apatis  adalah istilah  psikologi untuk keadaan cuek atau acuh tak acuh, dimana seseorang tidak tanggap atau “cuek” terhadap aspek emosional, sosial, atau kehidupan fisik. Misalnya ada seorang pemuda Pasuruan yang lupa memakai masker ketika mau keluar rumah, padahal hal itu sudah diketahui oleh tetangga sebelahnya tetapi ia enggan mengingatkannya. Dalam sabda Rasulullah yang artinya: “Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dilihat oleh Allah SWT (dengan pandangan kasih sayang-Nya) pada hari kiamat nanti, yaitu orang yang durhaka kepada orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan ad- dayyuts (orang yang memiliki sifat apatis)” (HR. An-Nasa’i). 

Jumlah warga Pasuruan yang yang terinfeksi Virus Corona menurut Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Pasuruan sudah mencapai 1.138 orang, dengan rincian 810 orang dinyatakan sembuh, 136 orang meninggal dunia, dan

192 orang masih harus dirawat di Rumah Sakit. Melihat data di atas rasa persatuan harus diterapkan oleh masyarakat setempat meliputi bersatu dalam membuat handsanitizer guna untuk menjaga kebersihan diri, membuat masker untuk dibagikan ke warga supaya tidak tertular Virus, dan mematuhi protol kesehatan yang sudah disampaikan oleh Pemkab Pasuruan yaitu 5M: jangan lupa selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak aman , meningkatkan imun tubuh dan memperbanyak do’a. Sayangnya warga Pasuruan tidak semuanya mematuhi peraturan prokol kesehatan, ada sebagian dari mereka yang apatis terhadap peraturan tadi sehingga harapan untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona sulit untuk dilaksanakan.


Dari permasalahan tersebut Pemkab harus memberikan sanksi terhadap pelanggar peraturan protokol kesehatan dan menyuruh pemuda-pemuda untuk terus bersemangat berkonsolidasi tanpa pantang menyerah dan tanggap dalam mengahadapi Covid-19 agar usaha dalam mencegah penyebaran Virus Corona dapat berjalan sesuai dengan harapan. Kesimpulannya jika masyarakat Pasuruan bisa mematuhi peraturan protokol kesehatan dengan baik, maka penyebaran Virus Corona pun bisa dilawan dengan mudah


Siti Roziyah

UIN SUNAN AMPEL SURABAYA


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERAN KAWULA MUDA PASURUAN PADA PENDIDIKAN DIKALANGAN PELAJAR TINGKAT DASAR DAN MENENGAH DITENGAH PENDEMI COVID-19

Pasuruan merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Jawa Timur dengan luas 1.474,02 kilometer persegi yang secara tata letak berbatsan dengan Kabupaten Sidoarjo di sebelah utara, berbatasan dengan Kabupaten Malang di sebelah selatan, berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto di sebelah barat serta berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo di sebelah timur. Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu Kabupaten yang masuk pada wilayah tapal kuda di Jawa Timur. Kabupaten yang memiliki motto: Guna Karya Sarana Bakti ini memiliki 24 Kecamatan, 24 kelurahan, dan 341 desa dengan Kecamatan Lumbunug sebagai kecamatan paling luas. Kabupaten yang pada 18 September 2020 akan berusia 91 tahun (dari 18 September 1929) memiliki jumlah penduduk pada tahun 2019 berjumlah 1.589.943. Pendemi covid- 19 yang pertama kali menyebar di kota Wuhan China telah menyebar ke ratusan negara dan salah satunya Indonesia. Secara cepat pendemi covid- 19 menyebar ke seluruh penjuru Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis ol...

PENGUMUMAN STAFF TERPILIH IKATAN MAHASISWA PASURUAN SURABAYA 2021

SELAMAT KEPADA STAFF TERPILIH PENGURUS IKMAPAS SURABAYA 2021 SEMOGA AMANAH DALAM MENJALANKAN TUGAS YANG DIDAPAT. A.     DEPARTEMEN INTELEKTUAL ·          Angga Setiawan ·          Dwi Kusniawati ·          Nur Afni Anjani T. ·          Abdurrochman ·          Resya Maulidina B.      DEPARTEMEN MINAT DAN BAKAT ·          Firhan Muhammadi ·          M. Arifuddin ·          Fahmiatul Ilmiah ·          Achmad Charis Affandi C.     DEPARTEMEN KEAGAMAAN ·          Lailatus Sa’adah ·       ...

Bukan Hanya Tentang Aku Ataupun Kamu, Covid-19 Itu Tentang Kita

Sejak akhir tahun 2019 sampai saat ini, dunia sedang dilanda pandemi COVID -19. Virus corona penyebap penyakit COVID-19 (corona viruses disease) telah mengubah tatanan dan pola kehidupan seluruh warga dunia. Berdasarkan laman website kemenkes, diketahui bahwa kasus positif COVID-19 global per tanggal 8 September 2020 adalah 27.236.916 kasus dengan 891.031 kematian (CFR 3,3%) di 215 Negara Terjangkit dan 176 Negara Transmisi lokal. Sejak pertama dilaporkan adanya kasus COVID-19, kurva kasus pasien positif COVID-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya. COVID-19 sudah menyebar hingga berbagai wilayah di Indonesia. Melalui informasi dari laman website kemenkes menunjukkan bahwasanya   kasus kumulatif COVID-19 di Indonesia terus meningkat dan belum menunjukkan adanya penurunan kurva positif COVID-19. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan persebaran kasus positif  COVID-19 yang sangat tinggi. Menurut laman website antaranews.com diberitakan bahwa kasus COVID-19...