Penyebaran virus Korona Korona telah menjadi ancaman bagi Indonesia, termasuk Pasuruan sebagai salah satu Kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Timur. Dampaknya tidak bisa diremehkan lagi, mulai dari aspek kesehatan, ekonomi, keagamaan, sampai pendidikan semua terkena imbasnya. Berbagai tindakan dan kebijakan pun telah ditetapkan untuk mengatasi pandemi ini.
Menghadapi berbagai dampak yang timbul akibat pandemi ini tidaklah mudah, seluruh elemen harus turut andil, termasuk generasi muda. Generasi muda yang digadang-gadang sebagai pemegang peradaban dituntut berperan aktif dalam menanggulangi pandemi ini.
Sejak kemunculan virus Korona di Kabupaten Pasuruan, Pemerintah setempat telah gencar mengkampanyekan anjuran untuk memperbanyak aktivitas di rumah saja. Kampanye semacam ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemerintah, butuh dukungan dan bantuan dari masyarakat, khususnya para pemuda Pasuruan. Apalagi, akhir-akhir ini sudah banyak masyarakat yang tidak menghiraukan protokol kesehatan. Padahal, saat masa awal kemunculan Korona di Pasuruan masyarakat sangat antusias untuk mematuhi apa yang dihimbaukan oleh Pemerintah. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah solusi dalam menangani hal tersebut.
Lalu, bagaiamanakah bentuk peran pemuda dalam mendukung kebijakan
Pemerintah?
Pertama, sebelum berkampanye kepada masyarakat luas, pemuda harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat sekelilingnya, harus taat terhadap aturan dan larangan Pemerintah, kemana-mana pakai masker, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan lain sebagainya. Dengan begitu, sedikit demi sedikit masyarakat sekitar kita akan melek terhadap protocol pencegahan COVID-19.
Kedua, kita harus turut berkampanye tentang hidup sehat. Hal ini bisa dilakukan melalui media sosial, misalnya melalui story WhatsApp atau feed Instagram. Mengapa media sosial? Karena di masa pandemi ini masyarakat banyak menghabiskan waktunya
untuyk berselancar di media sosial, sehingga akan sangat efektif jika kita berkampanye melalui media sosial.
Selain dua hal di atas, pemuda sebagai social control harus mampu berinovasi dalam menyampaikan kampanye kepada masyarakat, misalnya dengan mengadakan kegiatan sosial edukasi tentang COVID-19. Kemudian, dalam rangka membantu ketimpangan ekonomi akibat pandemic, pemuda bisa melakukan kegiatan donasi yang ditujukan kepada msayarakat yang terdampak COVID-19. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh organisasi-organusasi pemuda yang ada di Pasuruan, misalnya Karangtaruna atau sebagainya.
Pada intinya, dalam menanggulangi pandemi COVID-19 pemuda sangatlah penting perannya, pemuda menjadi motor utama dalam praktek hidup bersih. Oleh karena itu, melalui berbagai solusi yang saya paparkan di atas, saya berharap agar pandemi ini segera berakhir, khususnya di Kabupaten Pasuruan.
D. Indah Syifana
UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
Komentar
Posting Komentar